Jadilah Mukmin Yang Kuat


ManajemenQolbu.Com : Islam menganjurkan kepada kaum muslimin untuk mempersiapkan diri mereka dan generasi penerusnya menjadi sosok yang kuat dalam menghadapi berbagai kesulitan hidup. Jangan menjadi orang yang lemah, bergantung kepada orang lain hingga tidak berdaya menjalani kehidupan ini. Kuat di sini juga meliputi unsur mandiri dan di dalamnya juga termasuk kemantapan jasmani secara fisik maupun rohani yang meliputi jiwa dan akal fikiran.

Rasulullah saw. dalam sebuah haditsnya pernah menyebutkan anjuran untuk mengajari anak-anak muslim keterampilan dalam berenang, memanah, dan menunggang kuda. Anjuran ini memberikan gambaran bahwa kita diminta menyiapkan generasi penerus menjadi sosok generasi yang kuat, memiliki keterampilan, dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai kesulitan yang dihadapi.

Tiga keterampilan dalam Hadits Rasulullah tersebut merupakan unsur yang sangat penting dan urgent pada masa itu. Kalau kita melihat perkembangan zaman yang semakin canggih, maka tiga keterampilan itu bisa diambil pesan Haditsnya dan diluaskan menjadi keterampilan menguasai alat-alat teknologi seperti menembak, navigasi dan penguasaan medan, serta keterampilan terbang dengan pesawat atau terjun payung.

Walaupun demikian, kemampuan dasar yang disebutkan itu tetap merupakan hal yang penting dan harus dikuasai, sebab berenang, memanah, dan berkuda merupakan tiga hal yang mendasar dalam pertahanan terakhir, ketika kecanggihan teknologi itu mengalami jalan buntu.

Kalau kita melihat perkembangan demi perkembangan yang terjadi di sekitar kita, maka hal ini mengharuskan diri untuk selalu cermat dan berupaya semaksimal mungkin menghadapi berbagai kesulitan yang ada di depan mata. Krisis yang menyelimuti diri, mulai dari aspek ekonomi, sosial, politik, pertahanan-keamanan, bahkan sampai moralitas bangsa ini baik secara lokal maupun global merupakan hal yang harus kita selesaikan dengan kemandirian kita.

Generasi penerus harus mampu menghadapi berbagai persoalan yang ada dengan cermat, jernih dan mampu menempatkan setiap persoalan yang muncul pada koridor yang sesuai dan tepat.

Dengan sifat kuat ini, umat Islam lebih berani melawan musuh, lebih peka dan cepat memenuhi panggilan jihad, lebih kuat tekadnya dalam memerintahkan kebaikan dan mencegah kemungkaran, sabar dalam menghadapi berbagai macam rintangan kehidupan, konsisten dalam melaksanakan shalat, puasa, dzikir, dan amal ibadah lain, dan lebih semangat dalam melaksanakan kebaikan dan kebenaran serta menjaga kebaikan itu tetap terwujud.

Kekuatan ini akan membuat musuh Allah dan kebatilan menjadi gentar, hingga mereka tidak mampu lagi melakukan perlawanan dan aniaya hingga kebenaran dan keagungan Islam dan kalimat Allah terus bersinar. Semoga kita semua termasuk kalangan umat Islam yang diberikan kekuatan baik jasmani maupun rohani dalam memerangi berbagai kedzaliman dan keburukan yang selalu ditebarkan oleh musuh Allah SWT. Wallahu’alam bish-shawab (mei/mq) © 2003 www.manajemenqolbu.com***



Oleh : Meilanny BS


KEAJAIBAN DI TUBUH KITA


Mata Yang Setengah-Jadi Tak Bisa Melihat

Apa yang terbersit di benak anda manakala mendengar kata 'mata'? Sadarkah anda bahwa salah satu hal terpenting dalam kehidupan adalah kemampuan untuk melihat? Jika menyadarinya, sudahkan anda memikirkan tanda-tanda lain yang terkandung dalam mata anda?

Mata adalah sepotong bukti yang paling nyata bahwa makhluk-makhluk hidup diciptakan. Semua organ penglihatan, termasuk mata binatang dan mata manusia, merupakan contoh yang sangat menonjol perihal rancangan yang sempurna. Organ istimewa ini amat rumit sampai-sampai mengungguli peralatan tercanggih di dunia ini.

Supaya mata dapat melihat, semua bagiannya harus bekerja sama secara serasi. Sebagai misal, jika mata kehilangan kelopak, tetapi masih mempunyai semua bagian lain seperti kornea, selaput penghubung, selaput pelangi, biji mata, lensa mata, retina, selaput koroid, urat mata, dan kelenjar airmata, itu pun sudah amat rusak dan akan segera kehilangan fungsi penglihatannya. Begitu pula, jika produksi airmata berhenti, maka mata akan segera kering dan menjadi buta kendati semua organ lain masih ada.

'Rantai kebetulan' yang diajukan oleh para evolusionis kehilangan semua maknanya menghadapi susunan rumit ini. Mustahil menjelaskan keberadaan mata kecuali sebagai zat ciptaan istimewa. Mata itu memiliki sistem rumit dengan banyak bagian dan, sebagaimana dibahas di atas, semua bagian pembentuk ini pasti menjadi ada pada waktu yang sama. Mustahil mata yang setengah-jadi berfungsi pada 'setengah melihat'. Pada keadaan-keadaan semacam ini, peristiwa penglihatan tak bisa berlangsung sama sekali. Seorang ilmuwan evolusionis menerima kebenaran ini:

Ciri umum mata dan sayap adalah hanya berfungsi jika tersusun sepenuhnya. Dengan kata lain, mata yang setengah-jadi tidak bisa melihat; burung dengan sayap setengah-sayap tidak dapat terbang.13

Dalam hal ini, kita menghadapi lagi pertanyaan yang sangat penting: siapa yang menciptakan semua unsur mata sekaligus? Pemilik mata tentu saja bukan orang yang membuat putusan mengenai pembentukannya. Karena bagi yang tiada berpengetahuan tentang seperti apakah penglihatan itu tidak mungkin berhasrat untuk mempunyai organ penglihatan dan melekatkannya pada tubuhnya. Jadi, kita harus menerima keberadaan Pemilik Yang Maha Bijaksana yang menciptakan makhluk hidup dengan indera seperti penglihatan, pendengaran, dan sebagainya. Ada pernyataan lain bahwa sel-sel yang tak bernyawa bisa mencapai fungsi yang mensyaratkan nyawa seperti penglihatan dan pendengaran dengan kehendak dan upaya mereka sendiri. Sangatlah jelas bahwa ini mustahil. Dalam Al-Qur'an, dinyatakan bahwa penglihatan dilimpahkan kepada makhluk hidup oleh Allah:

Katakanlah: Dialah Yang telah menjadikan kamu dan membuatkan untuk kamu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani; sedikit sekali kamu

GUNAKAN OTAK KITA !

Tuntutlah ilmu dari buaian sampai liang lahat”

ManajemenQolbu.Com : Tentu sahabat MQ sering sekali mendengar ungkapan itu. Bahkan bagi seorang muslim, menuntut ilmu wajib hukumnya, bahkan Allah telah menjanjikan peninggian derajat beberapa tingkat bagi orang-orang yang menuntut ilmu.

Belajar...merupakan salah satu sarana untuk menuntut ilmu. Namun paradigma yang berkembang saat ini adalah belajar merupakan sesuatu yang kita lakukan saat kita berada di bangku sekolah. Saat kita selesai dengan bangku sekolah itu, nyaris kata belajar terkadang menjadi asing dan bukan lagi menjadi kebiasaan bagi kita. Saat diri telah beranjak tua, menginginkan belajar kembali atau kembali ke bangku sekolah menjadi suatu hal yang mengerikan, karena di benak kita tergambar kepikunan, Alzheimer, sehingga tercetus ”terlambatkah hasrat saya untuk mempelajari hal yang baru kembali ?......

Dalam buku Accelerated Learning for the 21st century, Colin Rose, dalam pokok bahasan “Gunakan atau Hilang”, dipaparkan secara rinci, bahwa sebenarnya “otak tua” bisa jadi memiliki kemampuan serta kekuatan yang mengejutkan.

Sebuah studi yang dilakukan terhadap 1500 orang yang berusia antara 25 hingga 92, yang diuji dalam fungsi-fungsi seperti matematika dan membaca, menemukan bahwa 25 sampai 33% dari mereka yang berusia 80 mendapatkan skor yang tidak berbeda dari mereka yang berusia lebih muda. Beberapa partisipan yang tertua ini bahkan mendapatkan skor tertinggi mendekati kemampuan mental paling tinggi untuk semua usia. Ini diterangkan oleh pakar psikologi Douglas Powell dari Universitas Harvard.

“Anggapan standar sekarang ini, kita kehilangan banyak sekali neuron dalam otak dalam periode penuaan yang normal. Namun data yang kami dapatkan tidak sepakat dengan anggapan itu. Jumlah neuron besar memang menurun, sementara jumlah neuron kecil justru meningkat dengan angka yang kira-kira seimbang. Sehingga kami berkesimpulan bahwa neuron besar tidak mati akan tetapi menyusut menjadi kelompok neuron yang berukuran lebih kecil “ tutur seorang neurosains dan patolog Universitas California di San Diego, Robert D Terry,MD.

OTAK TUA

Otak tua bila tetap dirangsang, maka ia akan menciptakan hubungan dan samnbungan penting antar sel. Otak tidak menumbuhkan sel-sel baru, tetapi hubungan-hubungan yang terjalin antarsel mungkin lebih penting.

Otak tua berupaya memelihara dan menjaga kemampuan menonjolnya untuk meremajakan dirinya kembali. Secara harfiah ia berupaya untuk menyambung-nyambungkan diri kembali untuk mengimbangi dan mengganti kehilangan yang dialaminya. Jika satu neuron tidak dapat melakukannya , maka akan ada sel-sel otak didekatnya untuk mengambil alih pekerjaan sel yang hilang.

Kerja otak laiknya seperti otot. Lebih banyak dilatih, maka ia akan berkembang dengan baik. Latihan yang digunakan yakni dengan memberi banyak rangsangan. Latihan mental akan membangun serebral seperti halnya latihan otot, tulang dan organ-organ badan lainnya.

USIA TUA BUKAN MASALAH

Benar sahabat, ini dibuktikan dengan sebuah studi menarik yang dilakukan Ellen Langer dan Rebecca Levy di Harvard menemukan adanya bias budaya. Di Cina dimana tidak ada pandangan negatif yang menyamakan usia tua dengan kelemahan mental, para lansia jauh lebih baik dalam mengerjakan tes kognitif dibandingkan dengan para lansia Amerika. Selain itu kejadian Alzheimer terhitung rendah.

Satu studi lagi tentang biarawati di The School Sisters of Notre Dame, rata-rata berumur panjang (mencapai umur 85 tahun). Selain itu mereka juga tidak tampak menderita demensia.

Para biarawati yang mendapatkan pendidikan tinggi itu mengajar dan terus menerus menghadapkan diri dengan berbagai masalah ternyata berumur lebih panjang dibandingkan para biarawati yang berpendidikan rendah yang bertugas membersihkan kamar atau bekerja di dapur. Tentu ini terlepas dari kekuasanNya dalam menentukan umur.

Profesor Snowdon, dalam penelitian Penuaan Sander-Brown universitas itu menemukan bahwa para biarawati yang berpendidikan lebih baik, memiliki jauh lebih banyak sambungan sel saraf yang memungkinkan mereka mengatasi kelumpuhan otak.

Saya pun, sering menemukan dalam lingkup keseharian, dosen-dosen, dokter-dokter yang lansia masih dengan gagah membimbing para mahasiswa. Para ulama sepuh dengan santri-santrinya. Atau yang telah bergelar nenek , berupaya melanjutkan studinya ke jenjang lebih tinggi.

Mungkin sahabat-sahabat MQ pun sering menemukan para lansia-lansia yang berprestasi di lingkungan rumah? Beberapa bisa jadi menjadi penghapal Al Quran yang handal, atau bahkan masih berkecimpung di dunia pendidikan,dakwah, atau sosial.

Jadi, bila Sahabat MQ yang masih berhasrat untuk tetap melanjutkan proses “belajar” nya di usia yang makin senja ini. Atau orangtua, kakek, nenek sahabat yang masih bersemangat untuk mencoba mempelajari hal-hal baru, Mulailah..! Tidak ada kata terlambat ! Penelitian telah membuktikan hal tadi.

Carilah pengalaman yang menantang sebagai sarana mengembangkan kekuatan dan kemampuan otak !...

Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa menempuh suatu jalan dalam rangka menuntut ilmu (agama) maka akan Allah mudahkan baginya jalan menuju surga. Dan sesungguhnya para malaikat senantiasa meletakkan sayapnya bagi orang-orang yang menuntu ilmu (thalibul ilmi). Para penghuni langit dan bumi sampai ikan-ikan di dalam air pun akan memintakan ampun kepada Allah bagi orang-orang alim dibandingkan 'abid (ahli ibadah) bagaikan keutamaan bulan purnama atas semua bintang. Sesungguhnya para ulama itu pewaris nabi. Dan para nabi tidaklah mewariskan dinar maupun dirham tapi hanyalah mewariskan ilmu. Maka barangsiapa mengambil warisan itu berarti dia telah mendapatkan keuntungan besar." (HR Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban).

Selamat Belajar...! (© 2003. manajemenqolbu.com***)

DAKWAH KELUARGA


Ayat dan hadits yang berkenaan dengan tanggung jawab terhadap keluarga

Q.S. 4: 34, QS. 2:229, QS. 66:6, QS. 25:74


Hadits Nabi: “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang kepemimpinannya….dst.

Urgensi berdakwah kepada keluarga, khususnya kepada suami/istri dan anak.

Keluarga adalah rakyat pertama yang dimiliki oleh seorang pamimpin

Keluarga adalah sel-sel utama dalam pembentukan masyarakat, kesalehan mereka akan sangat menentukan kesalehan masyarakat pada umumnya.

Keberhasilan da’wah keluarga akan sangat menunjang keberhasilan da’wah di masyarakat, dan kegagalan da’wah di keluarga akan menjadi hambatan bagi keberhasilan da’wah di masyarakat.

Ruang terkecil dalam penegakan syari’ah Allah, setelah seseorang mensalehkan dirinya sendiri.

Menyediakan waktu sehari dalam seminggu jika anda orang yang sangat sibuk

Buah yang dipetik dari da’wah keluarga

Dihormatinya fikrah kepala keluarga/seorang da’I

Terpeliharanya adab-adab Islam di keluarga

Bergabungnya keluarga dalam barisan da’wah

Kebahagiaan hidup di dunia dan akherat

Adanya keharmonisan keluarga

Kerugian yang diperoleh bagi mereka yang tidak berdakwah keluarga.

Gersangnya suasana di keluarga

Akan ada anggota keluarga yang berada di luar lingkaran da’wah, bahkan menjadi musuh da’wah.

Menjadi cacat yang akan mengganggu dakwahnya di masyarakat.

Murka Allah.

Wallahu a’lam