Sahabatku,......................
Ketika kita harus memilih diantara dua pilihan, ada yang harus ditinggalkan dan ada yang harus diperjuangkan. Ketika kita telah memilih jalan da’wah ini terbayang oleh kita kesusahan, kepayahan, ketidakberdayan, kesempitan, kegundahan, kecemasan, kesedihan, ketakutan, dan beribu macam rasa yang tidak dapat dilukiskan oleh angan. Setiap hari beban berat yang ada di pundak ini makin banyak, sementara onak dan duri disekitar tempat kaki kita melangkah tak pula sekamin berkurang, sedang jalan yang kita lalui masih terlalu jauh untuk melihat kesudahannya. Hanyalah orang-orang yang shabar, penuh harap dan yang
bertawakal kepada Robb merekalah yang akan sampai pada kesudahan yang baik. Dan hanyalah orang yang pandai memilih bekalnya yang akan mencapai kebahagiaan yang hakiki.
Saudaraku,......................
Setiap cobaan dan musibah yang menimpa pada jalan yang mula ini pada hakikatnya adalah kenikmatan yang tiada tandingannya. Kalbu yang telah dipenuhi oleh cahaya keimanan kepaa Allah SWT tidak akan terpikat oleh keindahan semu yang nampak pada panca indera kita. Bagaimana mungkin kalbu yang penuh dengan hidayah-Nya dapat tergelincir untuk menjauhi jalan yang sekiranya semua penguasa di dunia
ini mengetahui kenikmatannya tentu mereka akan mengemis untuk mendapatkannya. Kecintan kepada Allah mengakibatkan segala kenikmatan yang ada didunia ini adalah kecil bila dibandingkan dengan kenikmatan Iman.
Tiadalah keinginan kecuali untuk bertemu dan melihat wajah Robb nya. Kalbu yang seperti ini kan sanggup memberikan semua yang dimilikinya untuk ditukarkan dengan keredhoannya. Merekalah orang-orang yang akan mewarisi bumi ini. Jasad mereka hidup didunia namun jiwa mereka tinggi di angkasa. Tiada yang mereka takuti dan yang mereka khawatiri kecuali hanya Allah SWT. Bagi mereka, segala bentuk pujian, penghargaan, cacian, hinaan adalah suatu yang tiada artinya bila dibandingkan denagn keredhoan Allah SWT. Tolak ukur mereka cuma satu, apakah mereka bermasalah kepada Allah SWT atau tidak.
“Yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celan orang yang suka
mencela”. (Qs 5 : 54).
Sahabatku,...............................
Jika terlintas dalam benak kita untuk mundur atau beristirahat sebentar saja dari jalan da’wah ini, ketahuilah bahwa kita telah membuang waktu kita untuk
sesuatu yang tidak berguna sama sekali. Apakah sanggup kita berjalan dibumi ini sedang da’wah ini tidak berada di sisi kita ? Berapa banyak orang yang menukar kehidupan da’wah ini dengan harga yang sedikit, sedang kehidupan mereka tidak
menemukan kedamaian, kesejukan, keindahan, ketenangan dan kebahagiaaan.
Cukuplah bagi mereka kehidupan yang sempit dan kegelisahan yang tiada pernah henti. Ingatlah ! jalan ini sangat panjang, hanyalah orang-orang pilihan yang sanggup melewatinya. Dunia telah menantikan karya-karya agung pemuda robbani. Kerahkan seluruh potensi yang ada, jangan putus asa, sebab putus asa bukan bukan bagian dari akhlak kaum muslimin. Masih terbentang waktu yang teramat panjang
dengan PR yang belum terpecahkan dihadapan kita. “ dan bekerjalah kalian, Niscaya Allah , rasul dan orang-orang beriman akan melihat pekerjaanmu itu”. (Qs Attaubah:105).
Saudaraku….......................
Persiapkan diri kita karena seorang dai dituntut utuk menampilkan dirinya sebagai sosok pribadi yang tidak hanya mampu berbicara dan beretorika, menabur nasihat dan petuah, namun seorang dai harus mampu mengimplementasikan semua itu.
(Qs asshaff: 2-3 ).
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar